Selasa, 29 Juni 2010
Senin, 28 Juni 2010
hasil pertandingan piala dunia 28 juni 2010
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
TOP SCORES
| Player | Goal |
|---|---|
Gonzalo Higuain | 4 |
Robert Vittek | 4 |
Luis Suarez | 3 |
David Villa | 3 |
Luis Fabiano | 3 |
Landon Donovan | 3 |
Thomas Muller | 3 |
Asamoah Gyan | 3 |
Carlos Tevez | 2 |
Samuel Eto'o | 2 |
Kaka Kartu Kuning Lagi, Dunga Sewot
JOHANNESBURG, - Brasil menang 3-0 atas Chile di babak 16 besar, Selasa (29/6/10) dinihari WIB, dan maju ke perempat final Piala Dunia 2010. Tetapi, keberhasilan "Selecao" ini diikuti pula oleh kecemasan yang menghinggapi pelatih Carlos Dunga.
Apa pasal? Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Ellis Park, Johannesburg, tersebut, wasit kembali memberikan kartu kuning kepada playmaker Brasil, Kaka. Ini merupakan kartu kuning ketiga gelandang Real Madrid tersebut, selama putaran final event empat tahunan tersebut.
Dunga khawatir, Kaka kembali menjadi "korban" kartu kuning jelang pertemuan dengan Belanda di babak delapan besar, Jumat (2/7/10) di Port Elizabeth. Sebelumnya, Kaka juga sudah mendapat dua kartu kuning (plus kartu merah) dalam satu pertandingan.
Saat melawan Pantai Gading di pertandingan kedua penyisihan Grup G, Kaka mendapat dua kartu kuning sekaligus. Sekarang, mantan bintang AC Milan tersebut, yang memberikan umpan bagi Luis Fabiano untuk mencetak gol kedua, kembali menerima acungan kartu kuning. Wasit asal Inggris Howard Webb menilai Kaka melanggar Arturo Vidal pada menit ke-30.
Dunga menilai, kartu kuning yang diberikan kepada Kaka di Piala Dunia ini merupakan sebuah kesalahan.
"Ya, itu adalah masalah, saya tidak ingin Kaka diskors, padahal dia tidak melanggar. Seharusnya orang yang membuat pelanggaran yang dihukum," ujar Dunga.
"Ini mulai di babak penyisihan grup, kami akan berbicara kepada Kaka tentang ini, kami tidak ingin hancur hanya karena persoalan kartu kuning."
Dunga sangat kesal ketika Kaka dikartumerah saat melawan Pantai Gading. Padahal waktu itu, Kaka tidak melakukan gerakan aktif yang membuat Abdelkader Keita sampai tersungkur dan berguling-guling.
Kaka memang patut waspada, jangan sampai dia terkena kartu kuning lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Sebab, apabila Brasil terus melaju, bukan tak mungkin dia absen di laga puncak, meskipun sebenarnya, kartu kuning semua pemain akan dibersihkan setelah perempat final nanti.
ROMA, Sepak bola Italia kembali dihujat menyusul kegagalan mereka di Piala Dunia 2010. Kali ini mantan Direktur Umum Juventus, Luciano Moggi, menyalahkan federasi dan Inter Milan karena mereka telah menghancurkan bibit-bibit muda Italia.
Menurut Moggi, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terlalu longgar memberikan izin kepada pemain asing untuk merumput di Serie A. Demikian pula Inter, yang meraup semua gelar juara level klub tanpa memakai pemain asli Italia dalam skuad utama mereka.
Penyebab lainnya adalah regenerasi pemain yang kurang sempurna di Italia. Pelatih Marcello Lippi masih bergantung kepada pemain-pemain berusia di atas 30 tahun untuk misi mempertahankan gelar juara, tapi itu justru menghancurkan mereka sendiri.
"Ya, saya harus bilang ini Piala Dunia yang buruk, meskipun seluruh turnamennya agak buruk," komentar Moggi kepada Il Sussidiario sebagaimana warta Football Italia.
"Italia mencapai kemajuan generasi, tapi kualitasnya tidak sama. Sayangnya, sulit mencari pemain baru yang bagus ketika tim-tim tidak berinvestasi pada sektor pemain mudah dan tidak menciptakan talenta," tambahnya.
"Pada final 2006, ada sembilan pemain Juventus di antara Italia dan Perancis. Kini Inter memenangi segalanya dna mereka seluruhnya memakai pemain asing pada starting XI. Beginilah hasilnya," jelas Moggi.
Moggi tidak menyalahkan Lippi meskipun pelatih tersebut sudah menyatakan bertanggung jawab atas kegagalan terburuk Italia di piala dunia. Moggi justru mengambinghitamkan FIGC karena dianggap tidak memperhatikan regenerasi pemain.
"Setiap orang menyalahkan Lippi, tapi saya menyalahkan penanggung jawab atas situasi ini, yakni fedreasi," tegas tokoh yang pernah dihukum karena pengaturan skor di Juventus itu.
"Jika kita melihat pada tim muda yang bermain di Italia saat ini, kita bakal melihat ada enam atau tujuh pemain asing di level tersebut. Ini masalah bagi sepak bola Italia. Pelatih 'Azzurri' hanya dapat melakukan hal sebaik mungkin jika dia tidak memiliki materi yang cukup," pungkasnya.
Senin, 25 Januari 2010
Cesar: Inter Terkuat di Serie-A!
Kiper Inter Milan, Julio Cesar, mengaku puas dengan kemenangan timnya 2-0 atas AC Milan. Baginya, kemenangan ini membuktikan timnya yang terkuat di Serie-A.
"Rekan-rekanku membuktikan malam ini dan menunjukkan kepada setiap orang bagaimana kuatnya tim ini," jelasnya.
Laga memang berlangsung ketat semenjak menit-menit awal. Saking ketatnya, Inter harus bermain dengan sepuluh pemain. Meski minus satu pemain, "La Beneamata" menunjukkan karakternya dengan unggul di babak pertama. Kemudian, gol Goran Pandev di babak kedua memeteraikan kemenangan Inter.
Cesar senang bukan kepalang atas kemenangan ini. Menurut dia, kemenangan ini membuktikan timnya memang layak jadi juara.
"Malam ini merupakan penampilan yang hebat. Aku sangat senang karena memberikan kontribusi optimal melawan sebuah tim yang sedang bangkit," ujarnya.
"Aku memberikan perhargaan kepada teman-temanku. Tak mudah bermain dengan sepuluh pemain selama pertandingan. Teman-teman menunjukkan betapa kami skuad yang kuat. Kredit buat semua pemain dan ini derbi yang menggairahkan," katanya.
Berkat kemenangan ini, Inter unggul sembilan angka atas Milan di peringkat kedua. Namun, Cesar mengingatkan, kompetisi masih panjang. "Ini memang kemenangan penting, tapi gelar scudetto masih amat jauh," tegasnya. (FBI)
Bonek Sanggah Memulai Pelemparan
Ketua Yayasan Suporter Surabaya (YSS) M Imron mengatakan bahwa Bonek—suporter fanatik Persebaya—bukan pihak yang memulai pelemparan batu di Stasiun Purwosari, Jawa Tengah. Mereka bersifat reaktif untuk melindungi diri.
"Kalau dipikir pakai logika, Bonek dapat batu dari mana? Di gerbong saja sudah tumpuk-tumpukkan. Memang akhirnya sebagian Bonek balas melempar," ujar Imron, Senin (25/1/2010).
Koordinator lapangan YSS yang mendampingi Bonek hingga ke Bandung, Hamin Gimbal, juga menyatakan hal yang sama. Menurut pria yang menjadi dirigen para Bonek ini, kereta sempat berhenti di Karanganyar. Kesempatan ini digunakan Bonek yang kehausan untuk turun dan meminta makanan dari penduduk. Penduduk merespons dengan baik bahkan sampai membawakan galon air.
Di Karanganyar, lanjut Hamin, kepolisian juga melakukan sweeping kalau-kalau ada batu di dalam kereta. Sekitar 15 menit setelah kereta kembali berjalan, kereta tiba-tiba dilempari masyarakat di Stasiun Purwosari.
"Di situ saya langsung minta anak-anak tiarap. Bahkan kami tidak melempar duluan, tapi anak-anak mungkin terbawa amarah," ucapnya.
Kejadian yang sama juga terulang ketika para Bonek diangkut dari Bandung ke Surabaya hingga tiga kloter. Kereta yang dinaiki Hamin yang merupakan kloter ketiga diserang habis-habisan ketika memasuki Solo. Meski tidak ada korban meninggal akibat lemparan, 40 orang diperkirakan terluka, dan ada yang diturunkan di Yogya untuk dirawat karena tempurung kepalanya hancur.
"Kami tahu kami selalu dicap buruk, tapi ada kalanya semua orang terlalu menyudutkan kami padahal tidak benar-benar tahu kejadiannya," ungkapnya.
Imron mengakui, banyak anggota YSS yang ikut berangkat ke Bandung. Sebanyak 3.000 dari 6.000 suporter yang terdaftar sebagai anggota YSS berangkat dengan kereta Pasundan, Jumat (22/1/2010) pagi. Namun lebih banyak lagi suporter yang sejak Selasa (19/1/2010) sudah tiba di Bandung.
"YSS hanya organisasi, tapi banyak juga suporter yang tidak terkoordinasi, apalagi yang dari luar Surabaya," katanya.
Tidak bisa dimungkiri, kata Imron, sekitar 7.000 Bonek yang datang ke Bandung mayoritas pengangguran. Mereka juga berbohong pada keluarga agar diizinkan pergi. Selaku Ketua YSS, Imron menegaskan bahwa dia tidak pernah memberikan instruksi untuk merusak atau melempar.
"Bahkan kami sepakat kalau ada Bonek yang melempar duluan, akan kami pukul ramai-ramai," ujarnya.
Untuk meredam agresivitas Bonek, YSS sebetulnya memiliki kegiatan bagi tiap kelompok. Beberapa kelompok Bonek yang diwadahi YSS ialah Bonek mahasiswa, Bonek motor Surabaya, dan Bonek 89 yang hobinya minum minuman keras. Menurutnya, setiap tiga bulan selalu ada kumpul di setiap wilayah yang isinya ceramah agar Bonek tidak merusak dan bikin susah orang lain.
Meski demikian, Imron mengatakan bahwa mendidik Bonek juga menjadi tanggung jawab pemerintah kota dan masyarakat. "Kami ingin menjadi lebih baik, tapi memang kami mudah terprovokasi," ungkapnya.
Neville: MU, Arsenal, atau Chelsea yang Juara
Kapten Manchester United Gary Neville yakin bahwa saat ini hanya ada tiga tim yang berpeluang juara Liga Inggris. Ia mengingatkan teman-teman satu timnya untuk menjaga konsentrasi dalam masa sulit pekan ini.
Usai menekuk Hull City di Old Trafford, Sabtu (23/1/2010), MU kini memimpin klasemen sementara Premier League dengan nilai 50. Namun, mereka masih dapat digeser oleh Arsenal, yang hanya berselisih dua angka di belakang MU. "The Blues" juga berpeluang kembali bertakhta karena memiliki nilai 48 dan menyimpan dua laga.
Akhir pekan ini MU akan menghadapi "The Gunners" sehingga masih memungkinkan terjadinya perubahan puncak klasemen. Sebelum itu, MU masih harus menjamu Manchester City dalam duel leg kedua semifinal Piala Carling, Rabu (27/1/2010). Inilah masa-masa krusial bagi MU untuk menjaga stamina dan konsentrasi tetap tinggi.
"Fakta bahwa kami memainkan laga alot kuat di Piala Carling melawan City menunjukkan betapa pentinya duel tersebut. Kami ingin tampil konsisten sejak sekarang," kata Neville.
"Selalu sulit bertandang ke Emirates dan Arsenal adalah tim yang sangat bagus dalam performa baik, sehingga itu menjadi pekan besar bagi kami dan salah satu masa bagi kami untuk melihat ke depan," tambahnya.
Neville menambahkan, mengalahkan "The Gunners" sangat penting artinya karena hal itu akan memengaruhi persaingan tiga tim teratas. Menurutnya, hanya tiga tim inilah yang bakal menjadi juara musim ini karena tim lain bakal sulit mengejar.
"Saat ini Arsenal, kami, dan Chelsea tampak seperti tim yang cenderung memuncaki kompetisi. Belum terlalu telat bagi tim di belakang kami untuk saling berkejaran. Namun, kini ada jarak antara tiga besar dan tim lain dan akan sangat sulit merekatkan jarak ini," ujar bek kanan tersebut.

Gonzalo Higuain
Robert Vittek
Luis Suarez
David Villa
Luis Fabiano
Landon Donovan
Thomas Muller
Asamoah Gyan
Samuel Eto'o